Pola Gotong Royong, solusi terbaik menyelesaikan masalah di Kota Bandung

- 24 Mei 2024, 06:31 WIB
Pola Gotong Royong, solusi terbaik menyelesaikan masalah di Kota Bandung
Pola Gotong Royong, solusi terbaik menyelesaikan masalah di Kota Bandung /

PR JABAR - Bandung saat ini menjadi salah satu kota yang populasi pertumbuhan penduduknya setiap tahun mengalami peningkatan di Indonesia. Pada akhir tahun 2023 jumlah penduduk kota bandung berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik ( BPS ) sebanyak 2.693.500 jiwa dengan luas wilayah 16.729,50 Ha. (167,67 Km 2 ), sehingga kepadatan penduduknya per hektar sebesar 155 jiwa.

Dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, tentu nya Bandung memiliki berbagai macam permasalahan yang terjadi saat ini. Adapun permasalahan yang sering terjadi adalah masalah mengenai sampah, kemacetan, begal, banjir, buruknya transportasi publik, dan memburuknya kualitas udara.

Berbagai masalah yang terjadi di Bandung saat ini ,menjadi perhatian khusus dari dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga seorang arsitek, Deddy Wahjudi. Menurutnya Bandung pada saat ini harus di kelola dengan sistem dan mekanisme gotong royong. Dalam hal ini arti gotong royong menurut nya adalah warga Bandung bersama-sama menjadi subjek dalam pembangunan dan penataan kota.

Baca Juga: Biodata Profil Atalia Praratya, Istri Ridwan Kamil Kandidat Calon Wali Kota Bandung 2024

"Mekanisme ini saya ambil dari konsep hito zukuri Jepang, dimana hito artinya adalah orang dan zukuri adalah kreasi, jadi hitozukuri adalah konsep pembangunan manusia unggul dimana pengetahuan, keahlian dan sikap dibangun " ujar nya pada saat menghadiri acara Bandung Ngariung di D'Botanica Mall Jl.Pasteur Bandung hari Rabu (23/05/2024).

Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan sebuah kota. Dalam hal ini melibatkan kerjasama dan partisipasi aktif dari semua pihak yang terlibat, baik masyarakat kota maupun pemerintah kota.

Deddy pun menjelaskan seperti masalah kemacetan di Bandung, dirinya memiliki gagasan dalam mengurai kemacetan seperti penyempurnaan jalur pedestrian khsususnya di area publik seperti sekolah, pasar, taman kota, dan lain-lain sebagai pusat bangkitan, peningkatan sarana prasarana dan layanan transportasi publik termasuk revitalisasi angkutan kota, serta sosialisasi budaya transit dan berjalan kaki.

Baca Juga: 7 Tempat Makan Lesehan Enak di Bandung Barat dengan Suasana Alam Menggoda dan Nyaman

Pemerintah wajib mendorong terciptanya distribusi kepadatan dengan mengembangkan infrastruktur pariwisata kota sehingga memperbanyak pilihan destinasi wisata kota di Bandung. Lebih lanjut menurut pria yang juga ikut meramaikan bursa calon walikota Bandung ini, solusi untuk Bandung tidak bisa hanya dari satu segmen, melainkan seluruhnya dengan melihat dan menata kota sebagai satu sistem. Karena Kota Bandung adalah bagian penting dari Bandung Raya yang mencakup Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat se-Bandung Raya sangatlah diperlukan.

Halaman:

Editor: Miradin Syahbana Rizky


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah