Iran Eksekusi Mati 4 Pria, Diduga Mata-Mata Israel yang Berencana Mengebom Pabrik Senjata

- 30 Januari 2024, 16:23 WIB
Ilustrasi eksekusi mati
Ilustrasi eksekusi mati /ANTARA

PR JABAR - Iran mengeksekusi empat orang yang diduga menjadi mata-mata untuk Israel dan berencana mengebom pabrik senjata di kota Isfahan, Senin (29/1).


Mereka yang dihukum mati yakni Mohammad Faramarzi, Mohsen Mazloum, Wafa Azarbar, dan Pejman Fatehi, demikian dikutip AFP.

Berdasarkan laporan agensi kantor berita resmi IRNA, keempat pria tersebut dinyatakan bersalah merencanakan serangan terhadap sebuah pabrik milik kementerian pertahanan Iran tahun 2022. Pabrik tersebut terletak di Kota Isfahan dan terlibat dalam produksi peluru kendali dan peralatan pertahanan.

Dikabarkan operasi tersebut dirancang oleh Mossad, dan keempat pria itu dilatih oleh dinas rahasia Israel di sebuah negara di Afrika sebelum memasuki wilayah Iran. Keempat terpidana itu diidentifikasi sebagai warga negara Iran, yaitu Mohammad Faramarzi, Mohsen Mazloum, Vafa Azarbar, dan Pejman Fatehi.

Eksekusi dilaksanakan setelah Mahkamah Agung Iran mengesahkan hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan bulan September lalu.

Meskipun laporan tersebut tidak menyebutkan metode pelaksanaan hukuman mati, namun umumnya di Iran, hukuman mati dilaksanakan dengan cara hukuman gantung.

HAM Iran Beri Pernyataan Berbeda

Berbeda dengan pernyataan Pengadilan Iran, Hak Asasi Manusia (HAM) Iran mengklaim keempat pria itu adalah tahanan politik Kurdi dan tidak diberikan proses peradilan yang adil.

Istri dari salah satu pria itu mengatakan kepada kelompok advokasi bahwa mereka melakukan perjalanan menuju kota Urmia pada Juni 2022.

Diketahui, keempatnya pergi menuju Urmia untuk "kegiatan politik" atas nama partai Komala, partai sosial demokrat Kurdi, saat mereka ditangkap.

"Republik Islam menyiarkan pengakuan paksa mereka setelah 80 hari mereka disiksa."

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah