Pembakar Al Quran Salwan Momika Tewas Secara Mendadak di Norwegia

- 3 April 2024, 09:08 WIB

Momika pindah dari Irak pada 2018, mencari suaka. Meskipun ia adalah seorang Kristen yang berubah menjadi ateis, Momika berperilaku seperti seorang mantan Muslim yang ekstrem.

"Hari ini saya meninggalkan Swedia dan sekarang berada di Norwegia di bawah perlindungan pihak berwenang Norwegia," tulis Salwan Momika pada 27 Maret di akun X-nya.

"Saya mengajukan permohonan suaka dan perlindungan internasional ke Norwegia karena Swedia tidak menerima suaka bagi para filsuf dan pemikir, namun hanya menerima suaka bagi teroris. Kecintaan dan rasa hormat saya terhadap rakyat Swedia akan tetap sama, namun penganiayaan yang saya alami oleh rezim otoritas Swedia tidak mewakili Swedia," tambahnya dalam postingan tersebut.

Swedia menghadapi kemarahan negara-negara Islam karena menaungi Momika. Ia menyebut Al-Quran sebagai "kitab paling berbahaya di dunia".

"Saya akan melanjutkan perjuangan saya melawan ideologi Islam. Sejak saya memulai perjuangan melawan Islam, saya telah membayar dan terus membayar harganya, dan saya siap untuk itu, berapapun biayanya," kata Salwan Momika dalam unggahan tanggal 27 Maret, menekankan tekadnya.

Karena kecaman yang terus berdatangan, Badan Migrasi Swedia memutuskan untuk mencabut izin tinggal Momika setelah mengetahui bahwa pencari suaka asal Irak tersebut memberikan informasi palsu dalam permohonan suakanya.

Salwan Momika juga memprovokasi pendukung Palestina di tengah perang Israel-Hamas dengan memposting gambar pembakaran bendera Palestina.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah