Pasukan Zionis Israel Mundur dari Gaza Tengah Usai Khaled Meshaal Janji Hancurkan Israel

- 13 April 2024, 00:29 WIB
Sejumlah pengungsi di kamp pengungsian Al-Nusseirat Gaza tengah melaksanakan sholat Ied dengan latarbelakang asap hitam dari rumah-rumah yang dibombandir pasukan Israel dari udara, darat dan laut.
Sejumlah pengungsi di kamp pengungsian Al-Nusseirat Gaza tengah melaksanakan sholat Ied dengan latarbelakang asap hitam dari rumah-rumah yang dibombandir pasukan Israel dari udara, darat dan laut. /Tangkapanlayar Instagram @ifalasteen/

PR JABAR – Pasca pemboman yang dilakukan pesawat tempur  Zionis Israel pada perayaan Idul Fitri yang menewaskan puluhan orang pejabat senior Hamas Khaled Meshaal berjanji untuk segera menghancurkan musuh. Terhadap ancaman tersebut seluruh militer Zionis Israel pada Jumat 12 April 2024 ditarik dari Gaza.

Selama 2 hari Idul Fitri kamp Al Nusseirat di Gaza tengah di bom dari udara, darat dan laut. Dilaporkan puluhan orang tewas maupun terluka akibat puluhan rumah dan masjid dihancurkan.

Sepanjang Hari Raya Idul Fitri pasukan Israel mengaku memerangi militan Palestina di utara dan tengah Jalur Gaza. Terhadap serangan tersebut  pada hari Jumat ketika Khaled Meshaal, seorang pejabat senior gerakan Hamas yang berkuasa di Gaza, mengatakan pertempuran enam bulannya dengan Israel akan “segera menghancurkan musuh.”

Terhadap ancaman pejabat senior Hamas tersebut pasukan Israel telah ditarik keluar dari Gaza sebagai persiapan untuk serangan terhadap kota Rafah di selatan. Pertempuran lebih besar dikhawatirkan akan terjadi di Rafah yang menjadi tempat lebih dari 1 juta warga Palestina berlindung.

Baca Juga: Kejam! Israel Bombardir Gedung TK di Gaza, 92 Warga Palestina Tewas

Para pejabat kesehatan sebagaimana dikutip dari Arab News, mengatakan sebelumnya bahwa enam orang tewas dalam serangan kamp Al-Nusseirat di Gaza tengah. Ada sekitar 70 orang terluka, termasuk tiga jurnalis Palestina.

Di Kota Gaza, pejabat kesehatan Palestina mengatakan sedikitnya 25 orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di lingkungan Al-Daraj. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 89 warga Palestina telah terbunuh oleh serangan militer Israel dalam waktu 24 jam.

Militer Israel (IDF) mengatakan pihaknya sedang melakukan “operasi berbasis intelijen yang tepat” terhadap militan dan infrastruktur mereka di Gaza tengah.“Selama beberapa hari terakhir, jet tempur IDF menyerang lebih dari 60 sasaran teror di Jalur Gaza, termasuk pos peluncuran bawah tanah, infrastruktur militer, dan lokasi di mana teroris bersenjata beroperasi,” kata sebuah pernyataan militer. “

Baca Juga: 100 Hari Genosida Israel, Ketua Parmusi Jabar Harry Maksum: Usir Israel Dari Palestina!

Di sebuah acara di Doha, Qatar, pejabat senior Hamas Khaled Meshaal  menyampaikan dukacita atas anggota keluarga ketua Hamas Ismail Haniyeh yang tewas dalam serangan udara Israel di Gaza pada hari Rabu atau hari pertama Idul Fitri. “Ini bukan babak final. Ini adalah babak penting dalam perjalanan pembebasan Palestina dan mengalahkan proyek Zionis,”kata Khaled Meshaal.

Setidaknya 33.545 warga Palestina kini telah terbunuh sejak serangan Israel dimulai, kata Kementerian Kesehatan Gaza, dengan sebagian besar dari 2,3 juta penduduknya mengungsi dan sebagian besar wilayah kantong tersebut terbengkalai.

Perang dimulai ketika Hamas memimpin serangan terhadap Israel selatan pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang dan 253 orang disandera. Sekitar 130 orang masih ditahan tanpa komunikasi di Gaza.***

Editor: Heriyanto Retno

Sumber: ArabNews


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah