Jelang Pilkada Desun Sebut Psywar Digunakan untuk Pengaruhi Opini Publik

- 11 Juni 2024, 21:57 WIB
Ketua Dewan Pembina Grib Jaya DPC Majalengka Dede Sunarya/PR JABAR
Ketua Dewan Pembina Grib Jaya DPC Majalengka Dede Sunarya/PR JABAR /

PR JABAR - Perang Psikologis atau Psychological Warfare (Psywar) dengan istilah lain perang mental. Psywar merupakan strategi dalam usaha melemahkan mental pihak lawan.

Dalam politik, strategi Psywar ini sering digunakan untuk mempengaruhi opini publik, tentang seorang kandidat atau partai politik tertentu, dengan maksud agar popularitas dan elektabilitasnya turun.

Agar Psywar dapat dipandang objektif, Psywar sering dibuat melalui pernyataan publik di media massa (pers), yang kemudian dishare secara masif di berbagai platform media sosial lainnya yang dianggap efektif.

Baca Juga: iPhone 16: Kapan HP Canggih Ini Akan Hadir di Indonesia? Simak Spesifikasi, Harga dan Cara Mendapatkannya

Psywar bagian dari teknik agitasi dan propaganda untuk mengubah opini, kepercayaan atas perilaku-perilaku orang.

Hal tersebut, disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Grib Jaya DPC Kabupaten Majalengka, saat ditemui awak media di kantor Grib Jaya DPC Kabupaten Majalengka, Selasa 11 Juni 2024.

"Psychological Warfare atau psywar adalah perang psikologi, perang saraf, perang agitasi dan propaganda politik khususnya di Medsos akan semakin kencang. Mendekati final penentuan pasangan Cabup bertambah gencar," jelas Dede Sunarya.

Baca Juga: Kupas Tuntas Kelebihan dan Kekurangan HP Google Pixel 6 dengan Harga di Bawah 3 Jutaan

Belakangan ini, salah satu bentuk Psywar yang terjadi pasca penetapan Pj Bupati KBB, Arsan Latif, sebagai tersangka oleh Kejati Jabar terkait kasus pasar Cigasong. Dibangunnya opini bahwa Karna Sobahi akan dijadikan tersangka pula.

Halaman:

Editor: Nurhidayat

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah