Banyak yang Mengalami Demensia, Jamaah Haji Lansia Disarankan Melakukan ini Selama di Tanah Suci

- 22 Mei 2024, 11:30 WIB
kasus yang mencuat belakangan ini adalah hilangnya jemaah haji lansia saat melakukan ibadah haji di Tanah Suci Mekah karena yang bersangkutan mengalami demensia
kasus yang mencuat belakangan ini adalah hilangnya jemaah haji lansia saat melakukan ibadah haji di Tanah Suci Mekah karena yang bersangkutan mengalami demensia /Instagram @mohsin_sultan_sk/

PR JABAR - Jamaah lansia pada musim haji tahun ini mencapai sekitar 45 ribu orang. Beberapa kasus yang mencuat belakangan ini adalah hilangnya jemaah haji lansia saat melakukan ibadah haji di Tanah Suci Mekah karena yang bersangkutan mengalami demensia.

Kondisi tersebut disinyalir akibat gejala demensia yang ditandai dengan gejala penurunan kemampuan berpikir dan ingatan jemaah calon haji tersebut. Gejala yang bisa terlihat di awal biasanya seperti mudah lupa, terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja dialami oleh mereka.

Jemaah haji lansia itu sebenarnya sudah memiliki potensi gangguan kejiwaan, namun kumat lagi setibanya di Arab Saudi. Demensia yang terjadi pada jemaah haji lansia itu biasanya berupa kondisi seperti lupa arah jalan pulang, bahkan lupa nama keluarga atau dari mana mereka berasal.

Demensia biasanya diikuti dengan gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, waktu, dan orang-orang di sekitarnya. Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu demensia yaitu faktor sosial atau psikososial, maupun faktor pribadi atau psikologis termasuk faktor biologis.

Baca Juga: 6 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Jemaah Saat Beribadah Haji di Tanah Suci, Nomor 3 Harus Diperhatikan!

Sebenarnya, secara genetik jemaah haji lansia sudah memiliki potensi gangguan kejiwaan, kemudian kumat lagi gejala demensia setibanya di Arab Saudi. Itu sebabnya, petugas haji terus melakukan pendampingan kepada jemaah haji lansia yang rata-rata berusia 65 tahun ke atas itu.

Jamaah haji yang mengalami demensia perlu diberikan stimulasi kognitif, sepertidiajak ngobrol dan bersosialisasi atau melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia.

Setelah mereka pulih, tetap perlu pendampingan karena demensia sewaktu-waktu bisa muncul terutama disebabkan kelelahan dan dehidrasi. Disarankan untuk beristirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar kegiatan ibadah haji.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Dapat Smart Card di Makkah, Ini Fungsinya

Halaman:

Editor: Lina Lutan

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah