Ungkap Perbedaan Jokowi dan Ganjar Pranowo, Mantan Gubernur Lemhanas Beberkan Keburukan Sang Presiden

- 7 Januari 2024, 11:15 WIB
Manyan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Andi Widjajanto.
Manyan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Andi Widjajanto. /Antara/Cahya Sari/



PR JABAR - Mantan Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto mengungkapkan meski tindak-tanduk Joko Widodo (Jokowi) relatif sama dengan Ganjar Pranowo, namun ada perbedaan yang sangat mencolok. Ia menyatakan, titik perbedaannya itu ada pada masalah demokrasi.

Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud ini tak memungkiri bahwa banyak persamaan dari Presiden Jokowi dengan Ganjar Pranowo, yang notabene adalah calon yang didukung PDI Perjuangan.

Andi mengatakan bahwa sejumlah program yang digaungkan Presiden Jokowi seperti pembangunan infrastruktur, hilirisasi, IKN, ataupun bantuan-bantuan sosial (bansos), berjalan beriringan dengan PDI Perjuangan.

"Kami juga sadari, program-progam itu adalah program yang baik. Yang dulu, program itu kami rancang. Kayak Bansos itu, salah satu partai yang mengusungnya adalah PDI perjuangan," klaim Andi saat berbincang-bincang dengan Rhenald Kasali pada kanal YouTube Rhenald Kasali.

Hanya saja, lanjut dia, ada perbedaan yang sangat mencolok antara Jokowi dan Ganjar Pranowo. Yakni dari sisi masalah demokrasi.

Baca Juga: Demi Gibran, Jokowi Pepet Terus Ganjar Pranowo, TPN Ganjar - Mahfud: Kayak Lagu Slank, Enggak Bisa Jauh-Jauh

Menurutnya, salah satunya dengan mengubah aturan atau hukum demi kepentingan pribadi atau kelompoknya. Hal itu dapat diindikasikan dari keterlibatan Mahkamah Konstitusi (MK) hingga bisa meloloskan Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden (Cawapres).

"Demi memuluskan rencananya, agar Gibran bisa maju pada Pilpres 2024, Jokowi mengubah aturan yang berbuntut pergantian Ketua MK," ujar dia.

Tak hanya itu, putra dari Theo Safei inipun mengungkit masalah Kaesang Pangarep yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Baru masuk partai beberapa hari saja sudah bisa menjadi Ketua Umum," ucap Andi.

Sehubungan hal itu, Andi menilai bahwa Jokowi sangat kental dengan politik dinasti ataupun praktik nepotisme. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan demokrasi yang dijunjung tinggi oleh PDI Perjuangan.

Baca Juga: Tinggalkan Ganjar, Warga NU Ubah Dukungan ke Prabowo, Ternyata Begini Keunikan Pemilih Nahdliyin versi SMRC

Dalam kesempatan itu, Andi pun mengatakan, meski telah banyak menjalankan program yang telah dirancang PDI Perjuangan, ada sejumlah hal yang tidak bisa berjalan dengan efektif.

"Saat rapat dengan aktivisi lingkungan untuk persiapan dengan keempat, saya sempat terkaget-kaget. Dari rapat itu terungkap, ocean health Index kita sangat sangat rendah dan bahkan cenderung terus turun," ujar dia.

Kemudian dari sisi pertumbuhan ekonomi yang tidak bisa melebihi pencapaian presiden lainnya. "Jangankan pertumbuhan ekonomi di masa Presiden Soeharto, angkanya tak bisa melebihi dari Presiden SBY. Padahal Pak Jokowi sudah kerja keras," katanya.***

Editor: H. D. Aditya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah