Anies Lakukan 'Serangan' Soal Gaji TNI Polri ke Prabowo, Jokowi Langsung Bilang Begini

- 8 Januari 2024, 14:06 WIB
Anies Baswedan dan Prabowo Subianto saat Debat Ketiga, Minggu, 7 Januari 2024./
Anies Baswedan dan Prabowo Subianto saat Debat Ketiga, Minggu, 7 Januari 2024./ /Tangkapan layar YouTube KPU RI



PR JABAR - Calon Presiden Anies Baswedan melancarkan 'serangan' tajam ke capres lainnya, Prabowo Subianto, dalam Debat Ketiga yang digelar KPU, Minggu, 7 Januari 2024 malam.

'Serangan' Anies Baswedan ke Prabowo yang kini masih menjabat Menteri Pertahanan, yakni terkait dengan gaji personel TNI Polri.

Menurut Anies Baswedan, gaji TNI Polri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengalami kenaikan sebanyak sembilan kali, sedangkan era Jokowi hanya tiga kali.

Baca Juga: Seleksi Sekda Jabar Harus Diulang Jika Terbukti Ada Praktik Maladministrasi

Baca Juga: Djoni Toat Ajak Warga Kota Bandung dan Cimahi Waspadai Bencana Alam

Hari ini, Senin, 8 Januari 2024, Presiden Jokowi pun langsung memberikan jawaban atas pertanyaan Anies yang sebetulnya dilontarkan kepada Prabowo.

Jokowi menyatakan, pandemi Covid-19 hingga faktor geopolitik turut mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam penaikan gaji prajurit TNI dan personel Polri.

"Kalau fiskal kita dalam posisi tertekan dengan eksternal, seperti Covid-19, perang dagang, kemudian geopolitik yang tidak memungkinkan. Ya tidak mungkin kita lakukan semua, dengan pertimbangan dan kalkulasi yang matang," tutur Jokowi.

Hal itu disampaikannya usai meresmikan Jalan Tol di Kota Depok, Jawa Barat. Jokowi juga menuturkan, kenaikan gaji prajurit TNI dan anggota Polri, maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu pertimbangan matang situasi fiskal, dan keadaan ekonomi bangsa yang dinamis di setiap periode kepemimpinan kepala negara.


Baca Juga: Banyak Uban di Usia Muda? Ternyata Ini Penyebab Rambut Putih Mirip Ganjar Pranowo

Baca Juga: JADWAL PIALA ASIA 2023 Qatar : Indonesia Vs Vietnam Awali Matchday Grup D
Dalam kesempatan itu, Jokowi memastikan telah meneken kenaikan gaji bagi prajurit TNI dan anggota Polri yang berlaku dalam waktu dekat.

"Saya rasa sudah. Secepatnya, secepatnya akan keluar dan saya harapkan bisa meningkatkan daya kesejahteraan, daya beli, dan juga berimbas kepada ekonomi," terangnya.

Sekedar informasi, pada era kepemimpinan SBY, kenaikan gaji TNI terjadi pada tahun 2006 hingga 2014, sedangkan pada era Jokowi, kenaikan hanya terjadi pada tahun 2015, 2019, dan 2024.

Frekuensi kenaikan tersebut jauh berkurang dibandingkan era Presiden SBY yang selalu menaikkan gaji PNS maupun TNI.

Rincian kenaikan gaji anggota TNI dan PNS dari 2006 hingga 2024 adalah 2006 (15 persen), 2007 (15 persen), 2008 (20 persen), 2009 (10 persen), 2010 (lima persen), 2011 (10 persen), 2012 (10 persen), 2013 (tujuh persen), dan 2014 ( enam persen), 2015 (enam persen). Kemudian pada 2019 (lima persen) dan 2024 (delapan persen).

Baca Juga: BURUAN! Klaim Rp250.000 Saldo DANA Gratis dari Google Langsung Cair dengan Mudah

Baca Juga: Longsor di Purwakarta Akibat Hujan Deras, Anne Ratna Mustika Doakan Warga Terdampak

Jokowi semasa pemerintahannya memperkenalkan gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR) sejak 2015. PNS dan anggota Polri sejak tahun 2015-2017 mendapatkan THR atau gaji ke-14 sebesar gaji pokoknya saja, tidak beserta tunjangan lainnya.

Namun pada 2018-2019, besaran THR meningkat, jadi sebesar gaji pokok beserta tunjangan lainnya.

Pada tahun 2020-2021, ASN dan anggota TNI hanya menerima gaji pokok sementara komponen tunjangan kinerja dihapus.

Sedangkan di tahun 2022-2023, komponen THR yang dibayar adalah gaji pokok dan 50 persen tunjangan kinerja.***

Editor: Lucky ML

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah