Mahfud MD Enggan Mundur dari Jabatan Menko Polhukam Untuk Awasi Prabowo Subianto

- 8 Januari 2024, 15:36 WIB
Menko Polhukum Mahfud Md saat berbincang-bicang dengan Denny Sumargo.
Menko Polhukum Mahfud Md saat berbincang-bicang dengan Denny Sumargo. /Tangkapan layar./

PR JABAR - Mahfud MD, Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari pasangan nomor urut tiga enggan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) khawatir Prabowo Sebianto, yang menjadi calon presiden (Capres) nomor urut dua, menyalahgunakan kewenangannya.

Hal tersebut terungkap saat Mahfud berbincang-bincang dengan Deni Sumargo pada kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Senin, 8 Januari 2024.

Dalam kesempatan itu, Denny menanyakan alasan Mahfud tidak mundur dari jabatannya sebagai Menko Polhukam padahal agenda kampanye dalam menghadapi Pilpres 2024 ini sangat padat.

Sebelumnya, Mahfud MD mengungkapkan bahwa sebagai Cawapres yang menjabat menteri, dirinya terpaksa mengambil cuti pada hari tertentu.

"Sebagai menteri yang juga menjadi cawapres, saya mengantor seperti biasanya. Karena menghadapi kampanye, saya mengambil cuti di hari Jumat. Jadi untuk kampanye biasanya saya lakukan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu," ungkapnya.

Meski begitu, Mahfud mengaku cuti yang diambil tersebut bisa bertambah satu hari sehingga kegiatan kampanye yang dilakukannya bisa berlangsung menjadi empat hari.

Kemudian Denny menanyakan kenapa tidak mundur dari jabatan sehingga waktu untuk berkampanye menjadi lebih luang.

Mendapat pertanyaan itu, Mahfud MD menjawabnya dengan santai. Ia mengatakan bahwa ada calon presiden lain yang menjabat sebagai menteri, yakni Prabowo Subianto, selaku Menteri Pertahanan RI. Karena itu, ia harus tetap menjabat sebagai Menko Polhukam untuk mengawasi agar capres nomor urut dua itu tidak menyalahgunakan kewenangannya.

"Kalau Pak Prabowo mundur, saya juga mundur deh," ucap Mahfud seraya sedikit tertawa.

"Oh jadi jaga-jagaan ya," respons Denny.

"Itu satu," ucap Mahfud seraya terkekeh-kekeh.

Banyak kerjaan

Alasan keduanya, lanjut Mahfud, yakni karena saat ini tengah banyak kerjaan. "Demi negara, masih hrus saya kawal. Kalau saya tinggal sekarang, itu tidak tepat. Ada beberapa kerjaan yang harus kawal, ini banyak yang khawatir. Kalau Pak Mahfud tinggal, kasus ini bisa lepas," ucap pasangan dari Ganjar Pranowo ini.

Namun demikian, Mahfud enggan membeberkan kasus yang dimaksud. "Enggak boleh dibilang, tapi ada kasus yang memang harus terus dipantau agar tidak lepas ya," katanya.

Mahfud pun mengakui masih tinggal di rumah dinasnya. Namun pada hari tertentu ia tidur di rumah pemenangan. "Ya supaya lebih bebas ya. Dan ini kaitannya dengan politik, untuk konsolidasi dengan Ganjar, dengan tim, ya tinggalnya di rumah pemenangan," jelasnya.

Sebagai kandidat wakil presiden, Mahfud mengungkapkan bahwa saat ini dirinya mendapat tambahan pengawalan dari 37 orang.

"Saya sendiri kaget, harus dikawal 37 pengawal setiap hari. Jadi ada 74 orang melekat pada saya. Ya saya tidak menolak karena protokolernya seperti itu. Jadi, bukan soal nyaman atau tidak nyaman, saya tak mau disalahkan. Kalau ada apa-apa, nanti saya disalahkan karena tak mau mengikuti protokol," katanya.***

Editor: H. D. Aditya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah