Selain Proyek Nasional yang Mangkrak, Jokowi Tinggalkan Utang Rp 8.000 Triliun Untuk Presiden Selanjutnya

- 8 Januari 2024, 18:29 WIB
Ilustrasi meningkatnya utang negara.
Ilustrasi meningkatnya utang negara. /Pixabay/geralt/

PR JABAR - Bukan hanya meninggalkan banyaknya proyek nasional yang mangkrak. Di akhir masa jabatannya sebagai Presiden, Jokowi warisan utang yang fantastis dengan nilai utang sekitar Rp 8.000 triliun

 

Bukan kemudahan yang diberikan Jokowi setelah ia lenggang kangkung meninggalkan jabatannya, Jokowi memberi tanggungan berat untuk penerusnya. Tentu ini akan menjadi beban tersendiri bagi calon presiden yang nantinya terpilih pada Pilpres 2024. 

 

Kementerian Keuangan mencatat, posisi utang pemerintah Indonesia per 31 Oktober 2023 tembus senilai Rp7.950,52 triliun, atau nyaris menyentuh Rp8.000 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan Rp58,6 triliun dari periode September 2023 yang tercatat sebesar Rp7.891,61 triliun.

 

Dikutip dari buku APBN KiTa edisi November 2023, Jumat (1/12), rasio utang pada Oktober 2023 mencapai 37,68 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski nilainya mengalami kenaikan, namun rasio utang per Oktober 2023 lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 37,95 terhadap PDB.

 

Menurut Kemenkeu, rasio tersebut masih dalam posisi 'aman' atau jauh dari batas atas yang ditetapkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yaitu sebesar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah