Wajah Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Tak Kelihatan Plong, Ini Alasan Kenapa Keduanya Merasa Terpenjara

- 7 Januari 2024, 13:59 WIB
Debat Capres Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Debat Capres Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. /ANTARA

PR JABAR - Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora mengungkapkan bahwa para ahli menilai wajah Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tidak plong pada Debat Capres. Pasalnya, mereka mengetahui ada masalah dari calon-calon presiden tersebut.

"Anies Baswedan didukung dia partai pemerintah, terus dia mau ngomong oposisi, kita lawan, kita berubah. Come on, orang akan bilang, enggak bisa karena elu ada di dalam, elu engga bisa keras," ujarnya pada kanal YouTube Fahri Hamzah Official dikutip PR Jabar, Minggu, 7 Januari 2024.

Fahri pun membandingkan dirinya saat bertindak sebagai oposisi di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan di awal periode Joko Widodo (Jokowi). Atas prilaku kritisnya saat itu, ia kerap dimarahi partainya itu.

"Waktu saya dimarahin, saya bilang loh  sistemnya maunya begitu, saya harus jadi oposan. Jadi anggota dewan saya harus full karena merasa mandat yang diberikan rakyat itu adalah oposisi kepada pemerintah, itu tugasnya dewan," jelasnya.

Terkait Ganjar Pranowo, Fahri mengatakan, "Pak Ganjar dibesarkan oleh Pak Jokowi, suka atau tidak suka".

Menurutnya, Presiden Jokowi berkeinginan agar Ganjar Pranowo menjadi Presiden atau Wakil Presiden. "Pak Jokowi terakhir bilang jadi wakil presiden karena Pak prabowo terlalu kuat. Tapi dia (Ganjar) bilang partai Saya paling besar dan sebagainya, susah. Kamu itu dibesarkan oleh Pak Jokowi, enggak mungkin wujud menjadi sesuatu yang lain, enggak mungkin itu, enggak mungkin , ya akhirnya kan drop gitu," kata Fahri.

Baca Juga: SBY Ingatkan 3 Pilpres Bisa Porak-Porandakan Keamanan Dunia, Said Didu Malah Kampanye, Netizen: Memalukan

Dengan kata lain, Anies Baswedan terpenjara karena dirinya tak memiliki partai sendiri melainkan mendapat dukungan dari partai di pemerintahan sehingga tak bisa bebas berbicara sebagai oposisi.

Sedangkan Ganjar Pranowo tidak mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi, yang merupakan sosok yang membesarkannya. Kini mereka malah terkesan bersebrangan.

Dengan begitu, Fahri Hamzah menilai, kedua capres itu tidak ada dasar yang kuat yang bisa membuatnya menang pada Pilpres 2024. "Makanya saya salam aklamasi, Prabowo yang relevan untuk menang," katanya.

Ketika disinggung adanya anggapan Prabowo Subianto kalah debat dari Anies Baswedan pada Debat Capres Pertama, Fahri menyatakan, untuk mengetahui hal itu, tukang debat mungkin memiliki standar untuk mengukurnya. Namun hal terpenting bagi capres, dalam debat capres itu adalah pesan kepada rakyat.

Baca Juga: Akui Anies Baswedan Jagonya TikTok, TPN Ganjar - Mahfud Tantang Prabowo Ikutan Main: Kenapa Tegas, Tapi Gemoy

Hal itu terbukti dengan adanya peningkatan elektabilitas Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka usai keduanya menjalani debat.

"Setelah debat surveinya Pak Prabowo naik, surveinya Gibran lebih naik lagi, karena setelah diabaikan, setelah dicemooh, setelah dianggap remeh, ternyata dia bisa begitu. Rakyat ekspektasinya berubah, akhirnya dia kuat, dua-duanya kuat, survei dua-duanya naik. Nah ini Pemilu, ini politik, ini bukan forum akademik," tandasnya.***

Editor: H. D. Aditya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah